Jumat, 22 Januari 2016

TINJAUAN SINGKAT TENTANG "WETU TELU" DI LOMBOK UTARA

                TINJAUAN SINGKAT TENTANG "METU TELU" DI LOMBOK UTARA


Dalam arti bahasanya "Wetu Telu" berarti tiga sistem reproduksi, dengan asumsi kata Wetu berasal dari kata Metu yang berarti muncul atau datang dari, sedangkan Telu berarti tiga. Secara simbolis hal ini mengungkapkan bahwa semua makhluk hidup muncul (metu) melalui tiga macam sistem reproduksi.

Tiga macam sistem reproduksi itu adalah

a.Menganak (melahirkan), seperti manusia dan mamalia yang berdaun telinga.

b.Menteluk (bertelur), seperti burung, unggas dan lain-lain.

c.Berkembang biak dari benih atau buah (mentiuk)seperti biji-bijian, sayuran, buah- buahan, pepohonan dan tumbuh-tumbuhan lainnya.



Fokus pemahaman kita  tidak hanya terbatas pada tiga sistem reproduksi saja, melainkan juga menunjukkan pada kemahakuasaan Tuhan yang memungkinkan makhluk hidup untuk hidup dan berkembang biak melalui mekanisme tersebut. Kedua, persepsi yang mengatakan bahwa Wetu Telu melambangkan ketergantungan makhluk hidup satu sama lain. Menurut konsepsi ini, wilayah kosmologis itu terbagi menjadi jagad kecil( buana alit ) dan jagad besar ( buana agung ). Jagad Besar/Buana Agung disebut alam raya atau mayapada yang terdiri atas dunia, matahari, bulan, bintang dan planet lain, sedangkan manusia dan makhluk lainnya merupakan jagad kecil yang selaku makhluk sepenuhnya tergantung pada alam semesta. Ketiga, konsepsi yang menyatakan bahwa Wetu Telu sebagai sebuah sistem yang termanifestasi dalam kepercayaan bahwa semua makhluk melewati tiga tahap rangkaian siklus yaitu

a- dilahirkan (menganak),

b-hidup (urip)

c-mati (mate).

Kegiatan ritual sangat terfokus pada rangkaian siklus ini. Setiap tahap, yang selalu diiringi upacara, merepresentasikan transisi dan transformasi status seseorang menuju status selanjutnya juga mencerminkan kewajiban seseorang terhadap dunia roh.



Adapun di dalam keseimbangan dan keselarasan alam.ada tiga mekanisme yang yang sangat erat berhubungan antara satu dan yang lainnya,hubungan yang tidak boleh dipisahkan dalam kehidupan manusia yaitu :

a-Hubungan manusia dengan Tuhan.

b-Hubungan manusia dan manusia.

c-Hubungan manusia dan alam.

Hubungan manusia dan Tuhan adalah sebuah postulat yang tak bisa dipisahkan,manusia sebagai ciptaan Al Khaliq wajib menjalankan perintahnya sesuai dengan ajaran agama,hubungan manusia dan manusia dalam intraksi sosialnya harus menciptakan kerukunan,kedamaian dan keharmonisan,sedangkan hubungan manusia dan alam,membentuk manusia yang cinta kepada alam sebagai anugrah Tuhan yang harus kita jaga dan lestarikan.



Di tinjau dari proses kejadian manusia ada tiga hal pokok yang menjadikan sebab terjadinya manusia yaitu :

a-Adanya Ibu.

b-Adanya Bapak/Ayah

c.Adanya Tuhan

Dalam kejadian manusia ketiga hal tersebut merupakan hal pokok,yaitu nikahnya ibu dan bapak kita.akan menjadikan proses kejadian dalam kandungan ibu kita .dan dengan qudrat iradat Tuhan,maka terjadilah manusia.

Dengan melihat hal tersebut di atas ,maka Wetu Telu/Metu Telu adalah sebuah pemahaman tentang realita kehidupan yang Metu/Keluar dari tiga hal seperti yang disebut di atas.Semoga dengan ulasan singkat tentang Wetu Telu/Metu Telu dapat bermamfaat bagi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar